Home arrow Berita arrow Ketangkap mencopet saat aksi PKS menentang serangan Amerika ke Falujah Irak
Ketangkap mencopet saat aksi PKS menentang serangan Amerika ke Falujah Irak Print E-mail
Tuesday, 30 November 2004
JAKARTA -- Seorang pemuda pengangguran bernama Katsuri (22 tahun), tertangkap basah tengah mencopet di antara kerumunan massa PKS. Warga Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat ini ditangkap massa usai mencopet dompet seorang kader PKS di depan Kedubes Amerika Serikat, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Ahad, (28/11), sekitar pukul 11.45.
Kepada aparat Polsek Gambir, Jakarta Pusat, Katsuri menyatakan aksinya dilakukan dengan cara menyelinap ke tengah kerumunan massa PKS. Seorang simpatisan wanita yang mengenakan gamis panjang, yang diketahui bernama Reza Diana (21 tahun) menarik perhatiannya. Ia melihat Reza yang merupakan warga Curug, Tangerang ini tengah berorasi di depan kedubes.

Melihat calon mangsanya sedang sibuk berorasi, Katsuri yang berbadan kurus kerempeng ini menyelinap ke tengah massa. Tanpa disadari korbannya, ia merogoh kantung pakaian milik korban, dan mengambil satu buah ponsel Nokia. Usai menjalankan aksinya, ia pun berusaha kabur dengan barang curiannya.

Namun, ternyata aksinya ini dilihat kader PKS lainnya yang langsung berteriak. Merasa ketakutan, pemuda ini berusaha melarikan diri ke arah stasiun Gambir. Namun ternyata massa yang jumlahnya ratusan mengepungnya dan menangkapnya bersama barang bukti. Kemudian, tersangka diserahkan pada aparat Polsek Gambir yang ada di lapangan. Saat ini tersangka diamankan di Mapolsek Gambir, Jakarta Pusat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Demonstrasi yang diikuti ratusan ribu simpatisan dan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Minggu yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu memberikan beberapa nuansa khas. Meski demonstrasi tersebut bermuatan pesan berbau masalah perang dan militer, yaitu meminta Amerika Serikat (AS) segera angkat kaki dari Irak dan pesan-pesan yang disampaikan juga bernada keras, namun aksi itu tetap berlangsung tertib dan damai.

Hal itu bisa dilihat dari sikap aparat Kepolisian yang tidak terlalu ketat saat menjaga aksi tersebut. "Kami tetap waspada namun dari tahun ke tahun demo yang dimotori warga PKS memang selalu tertib dan santun. Apalagi personel kepanduan mereka juga tanggap ketika berkomunikasi dengan pihak kami," ujar salah seorang perwira polisi yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu beragamnya peserta demo juga menunjukkan kesejukan dari aksi yang mereka lakukan. Beberapa pasangan suami istri nampak membawa dorongan bayi saat mengikuti long march yang berlangsung sejak pagi dari Bunderan Hotel Indonesia menuju Kedutaan Besar AS di Jalan Merdeka Selatan dan berakhir di mesjid Istiqlal. "Kalau aksinya tidak tertib dan damai mana berani ibu-ibu membawa bayinya. Mas juga bisa lihat sendiri khan kakek-kakek dan nenek-nenek juga ikut. Bahkan mereka juga terlihat bersemangat dan antusias," kata Cecep salah satu Kader PKS dari Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Sementara itu, pada hari yang sama, Ahad (28/11), sekitar pukul 10.00, seorang ibu dan anak menjadi korban perampasan. Peristiwa ini terjadi di Jalan kampung Stasiun Lama GPRS, Senen, Jakarta Pusat. Korban adalah Arif Danang Ferdiansyah (14 tahun) waega Kampung Duku Rt 09/05, Kebayoran, Jakarta Selatan.

Peristiwa ini bermula, ketika korban arif bersama ibunya, Lagiyem tengah mencegat taksi di lokasi kejadian. Setelah mendapatkan taksi, keduanya bergegas naik. Namun sebelum korban naik ke dalam taksi, tiba-tiba kakinya di pegang seorang pria tak dikenal. Ketika korban tengah berupaya melepaskan diri, seorang pria lainnya merampas ponsel Nokia 3310, dan uang tunai Rp 100 ribu dari saku pakaian korban.

Usai mendapatkan apa yang diinginkannya, kedua pelaku segera melarikan diri, dan hingga kini belum diketahui identitasnya. Menurut keterangan korban kepada aparat, akibat perampasan ini, ia menderita kerugian Rp 500 ribu rupiah. Saat ini, kasus ini ditangani aparat Mapolsek Senen, Jakarta Pusat. (Rep/29/11/2004)
 
< Prev