| DUGAAN KORUPSI: Kejati Banten Dituding Endapkan Kasus JLS |
|
|
| Friday, 28 September 2007 | |
|
SERANG (Suara Karya): Dugaan korupsi proyek jalan lingkar selatan (JLS) sebesar Rp 15 miliar yang diduga melibatkan Bupati Tangerang Ismet Iskandar, hingga kini mengendap di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Padahal, pada Juni 2007 Kejaksaan Agung telah menolak permintaan Kejati Banten agar dugaan korupsi pada proyek pembangunan jalan 30 km yang menghubungkan Legok-Tigaraksa itu dihentikan penyidikannya (SP3).
Direktur Eksekutif Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik, Suhada, menduga kuat kasus tersebut akan mengendap di Kejati Banten. "Sudah hampir setengah tahun kasus ini tidak pernah ditindaklanjuti, padahal kerugian negara akibat kelalaian Bupati dalam proyek ini cukup besar," katanya. Kasus yang menjadi pembicaraan publik berawal dari temuan BPK yang berindikasi kerugian Negara atas JLS Kabupaten Tangerang, bernilai Rp 95 miliar. Berdasarkan catatan Suara Karya, nota kesepakatan yang ditanda tangani antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dengan PT Wijaya Karya (PT WIKA) pada tahun 2003 atas pekerjaan JLS tersebut, dilaksanakan tanpa melalui tender. Bahkan, proses penandatanganan kontrak kerja antara pelaksana proyek dengan Pemkab Tangerang terlaksana hanya minggu sejak permohonan bupati Ismet kepada Ketua DPRD Tangerang untuk menyetujui proyek tersebut. Pemkab Tangerang menyatakan bahwa hasil feasibility study (uji kelayakan) menunjukkan nilai proyek Rp 95 miliar, padahal saat itu APBD Kabupaten Tangerang tahun 2004 belum disusun. Na-mun, hasil audit BPK menyatakan, proyek tersebut hanya bernilai Rp 80 miliar. Ditemui terpisah, Direktur Lembaga Kajian Publik (LKP) Darmawan Hadiguna menyatakan, nilai proyek Rp 95 miliar itu patut diduga merupakan hasil mark up. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Arif Wahyudi, saat dihubungi melalui telpon genggamnya mengaku menghormati proses hukum yang tengah berlangsung. "Kami akan menunggu dan tetap mengawasi perkembangan kasus ini," katanya tegas. (Wisnu) [Sumber Suara Karya] |
| < Prev | Next > |
|---|



