Home
Berita
Kota Tangerang
NiJi, Calon Pemimpin Baru Kota Tangerang
Berita
Kota Tangerang
NiJi, Calon Pemimpin Baru Kota Tangerang | NiJi, Calon Pemimpin Baru Kota Tangerang |
|
|
| Sunday, 10 August 2008 | |
|
NiJi, Calon Pemimpin Baru Kota Tangerang Setelah melalui proses yang panjang dan ketat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangerang akhirnya memutuskan pasangan Ir. Mohammad Bonnie Mufidjar, M.Si dan Diedy Farid Wadjdi, SH sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota dalam Pilkada Kota Tangerang Oktober mendatang. Jumat (8/8) lalu, pasangan dengan sapaan NiJi ini resmi mendaftar ke KPUD Kota Tangerang.
Lalu siapakah sebetulnya kedua sosok muda yang dinamis dan berwawasan luas serta memiliki integritas moral ini? Ir. Mohamad Bonnie Mufidjar, M.Si Terlahir dari pasangan H Djakaria bin H. Jasan bin H. Risin (orang Plawad Cipondoh) dan Hj Mutini binti H. M. Thamrin/H. Amat (orang Poris) 39 tahun silam, masa kecil anak pertama dari 5 bersaudara ini tidak ubahnya dengan kehidupan kanak-kanak pada saat itu. Bonnie yang dilahirkan di Tangerang, tepatnya di kawasan Pasar Anyar Kota Tangerang pada 29 Oktober 1968 banyak menghabiskan waktunya dengan menggembala kambing dan kerbau milik kakeknya H Amat. Ketika itu, Bonnie memang sangat dekat dengan sang kakek, H Amat yang juga pemilik warung Sate H. Amat yang cukup terkenal kala itu. Bonnie menyelesaikan sekolah dasarnya di SD Negeri Tangerang 1 pada tahun 1981. Karena ia berasal dari keluarga yang cukup kuat dalam hal agama, di luar waktu sekolahnya di SD ia juga sekolah di MI At Taqwa. Di madrasah yang materi pelajarannya lebih banyak di dominasi tentang pendidikan agama dilakukan usai pulang sekolah. Umumnya anak SD pada saat itu, apalagi belum banyak mainan modern seperti sekarang, di luar waktu belajar, Bonnie juga banyak menghabiskannya dengan bermain tradisional. Yang paling disuka adalah permainan seperti galah asin, gerobak sodor dan petak umpet. Selain itu, permainan olahraga seperti sepak bola juga menjadi menu wajib laki-laki yang menjadi juara umum di SD itu. Selepas lulus dari sekolah dasar, Bonnie melanjutkan ke SMP Negeri 1 Tangerang yang tidak jauh dari rumahnya. Di sekolah ini, bekal ilmu agama yang sudah diperolehnya dari keluarganya semakin bertambah dengan bergabungnya ia dalam kajian-kajian ke-Islaman. Aktivitas semacam ini lah yang kemudian berlanjut hingga masuk jenjang-jenjang pendidikan selanjutnya. Ketika lulus dari SMP, Bonnie sempat merasa bimbang dalam melanjutkan studinya. Hal itu karena masukkan dari anggota keluarganya supaya ia melanjutkan SMA di Jakarta. Pada saat itu pertimbangan menempuh SMA di Jakarta supaya kelak akan lebih mudah untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri. Akhirnya ia pun diterima di SMA 33 Jakarta. Setelah lulus dari SMA 33 pada tahun 1987, Bonnie kemudian melanjutkan ke Universitas Trisakti jurusan Teknik Perminyakan. Selama duduk di bangku kuliah, bakat kepemimpinan laki-laki yang hobi bermain basket ini semakin terasah. Dalam berbagai kegiatan kampus, terutama yang berhubungan dengan kegiatan ke-Islaman, Bonnie sering ditunjuk sebagai panitia. Puncaknya, ketika Bonnie masuk dalam jajaran kepengurusan Senat Mahasiswa Universitas Trisakti, Bonnie mendapat kepercayaan sebagai Ketua Unit Ke-Islaman Mahasiswa. Lewat jalur ini lah ia kemudian bergerak cepat dalam meluaskan syiar dakwah kepada mahasiswa kala itu. Lulus dari Universitas Trisakti tahun 1994, Bonnie Mufidjar kemudian melanjutkan masternya di Universitas Indonesia jurusan Administrasi Kebijakan Publik pada tahun 2005 dan lulus tahun 2007. Sebelum duduk menjadi anggota DPRD dari PKS, Bonnie sebetulnya sudah cukup nyaman dengan kehidupan kariernya. Beberapa posisi cukup strategis dalam sejumlah perusahaan pernah disandangnya. Antara lain engineer di PT Bangun Trampil Perkasa, kemudian QC Supervisor di PT Astra Kumkong Shoe, bahkan sempat menjadi dosen di Universitas Mercu Buana Jakarta pada tahun 1995-1996. Tidak lama setelah memutuskan berhenti jadi dosen, Bonnie lalu menjadi Koordinator HRD PT Arva Pramaniaga dan juga sebagai HRD Manajer PT Sofyan Hotels Tbk pada 1998-2000. Kemudian pada tahun 2000-2001 Bonnie duduk sebagai Marketing Supervisor PT Bina Tama Ardhi Karya dan terakhir sebelum menjadi anggota dewan, ia menjabat sebagai Asisten Manajer Marketing PT Bangun Segara, perusahaan yang bergerak di bidang properti. Selama hampir empat tahun sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, laki-laki yang juga pernah menjabat Ketua DPD PKS Kota Tangerang ini terbilang sukses terutama dalam tingkat pengambilan kebijakan. Ia mampu memotori pengambilan kebijakan di DPRD lebih bersifat collective collegial dan lebih tranpsaran. Padahal sebelumnya, sudah menjadi yang biasa jika pengambilan kebijakan dimonopoli oleh kalangan tertentu saja. Selain dari sisi pengambilan kebijakan, dari sisi budaya kerja anggota dewan juga menjadi perhatian serius oleh penggemar masakan sayur asem dan ikan asin ini. Misalnya dalam program kerja, setiap komisi harus didorong memiliki rencana kerja yang jelas. Kemudian dari sisi penambahan kapasitas anggota dewan, Bonnie juga mendorong anggota dewan lain untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, selain dengan mengadakan kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat). Muhammad Bonnie Mufidjar kini tinggal di Perumahan Banjar Wijaya Cluster Yunani Blok B 53 No 15, Kota Tangerang. Dari hasil pernikahannya dengan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Zolha Dombi, Bonnie dianugerahi lima orang anak masing-masing Nujaimah, Muhammad Basyir Zakaria, Syaza Syamila, Muhammad Battar Zakaria dan Ghaida Ammar. Sebagai bentuk tanggung jawabnya pada keluarga, ia akan mengusahakan selalu berkumpul dengan keluarga minimal seminggu sekali. Selain itu, setiap pagi ia juga selalu menyempatkan diri mengantarkan anak-anaknya langsung untuk pergi ke sekolah. Menurut dia, dengan aktivitas yang terlihat sepele itu dirasakan mampu menjalin komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Sedangkan sebagai tanggung jawabnya terhadap masyarakat yang telah memilihnya, ia yang juga salah satu deklarator PKS di Kota Tangerang membuat jadwal rutin untuk bertemu dengan masyarakat. Dalam seminggu minimal tiga kali Bonnie bertatap muka dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi dan keluhan warga. H. Diedy Faried Wadjdy, SH Terlahir dengan nama lengkap Diedy Faried Wadjdy 31 Agustus 1960 silam, Diedy merupakan sosok yang murah senyum dan ramah terhadap semua orang. Sebagai seorang putra kiai kharismatik yang juga tokoh Masyumi, KH Abdillah Amin, Diedy sejak kecil sudah ditempa dengan pendidikan keagamaan yang kuat. Berkat bimbingan orang tuanya itu, adik dari tokoh ulama dan kiai besar di Kota Tangerang KH Abdullah Amin ini tumbuh menjadi remaja yang pintar dan mudah bergaul dengan siapa saja. Diedy menghabiskan pendidikan tingkat dasar dan menengah pertama di pesantren yang sekarang dikelolalanya yaitu Darunnajah. Kemudian ia melanjutkan pendidikan setingkat SMA di Aliyah At-Thariyiah tebet, Jakarta Selatan. Sekolah ini merupakan sekolah yang dikelola oleh Nahdatul Ulama (NU). Selepas lulus dari Aliyah At-Tahiriyah, Diedy lantas melanjutkan kuliah ke Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Di kampus ini Diedy mulai bersinggungan dengan aktivitas kampus yang menempanya menjadi mahasiswa yang kritis dan dinamis. Ia juga sering terlibat dalam organisasi kampus. Sebut saja organisasi Keluarga Mahasiswa Betawi. Di organisasi ini, Diedy duduk sebagai pengurus inti bersama Walikota Jakarta Pusat saat ini Dr. Silvian Murni Selepas lulus kuliah, kiprah Diedy dalam berorganisasi tidak berhenti. Murid kesayangan dari tokoh politik kawakan nasional (alm) H.Hartono Marjono ini juga pernah terlibat aktif dalam organisasi di bawah payung NU dan Muhammadiyah seperti Ketua Ikatan Alumni Mahasiswa Muhammadiyah. Menikah dengan Ir Dyah Angraeni salah satu dari keluarga/kerabat Presiden Susilo Bambang Yudoyono Diedy dikarunia tiga orang putra/putri. Mereka adalah Ahmad Raihan Jhafier (16 tahun), Zara Dea Azaria (13 tahun) dan Zahra Nabila (9 tahun). Berkat sentuhan tangan dinginnya, Pondok Pesantren Darunnajah yang terletak di Petukangan, Jakarta Selatan (perbatasan dengan Kota Tangerang) maju dengan pesat, dan menjadi salah satu pesantren terbaik di Jakarta. [sumber : humas dpd kota tangerang] |
| < Prev | Next > |
|---|



