Home arrow Berita arrow Silaturahim Kader Akhwat se-Kota Tangerang
Silaturahim Kader Akhwat se-Kota Tangerang Print E-mail
Monday, 10 November 2008
Acara silaturahim dengan tema "PERAN KADER AKHWAT DALAM MEMBANGUN KOTA TANGERANG YG BERAKHLAKUL KARIMAH" ini dimulai tepat pukul 08.00 yang diawali dengan Tasmi Al-Qur’an Qs AS-Shaaf:1-14 Oleh Bu Elim Halimah. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua MT Summayah sekaligus perwakilan BPK akhwat Kota Tangerang yaitu bu Retnowati.

Paling oke angka delapan,
Dibolak balik gak berubah
Ukhti semua emang jempolan
Walau NIJI kalah ... tetap Tarbiyah


Pergi Berburu berbekal galah
Menuju hutan bertemu beruang
Di hadapan Manusia NIJI memang kalah
Di hadapan Allah kita tetap menang..Allahu Akbar…

Pantun diatas mengawali pembukaan acara Silaturahim kader akhwat se-Kota Tangerang ahad,9 November ’08. Alhamdulillah acara yang dihadiri lebih dari 450 kader akhwat se-kota Tangerang ini benar-benar membuat SMK Pelita Bangsa tampak padat dan menjadi lautan Jilbab.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus taujih oleh Bpk.Ir.M Bonnie Mufidzar, dimana dalam sambutannya pak Bonnie mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya dari bidang kewanitaan dan mohon maaf atas segala kekurangan selama proses PILKADA Kota Tangerang. Beliau juga menyampaikan bahwa kita banyak sekali mendapatkan pelajaran berharga dari PILKADA Kota Tangerang ini.Beliau juga menyampaikan Bahwa tidak serta merta bila kita merasa sudah beriman dan kita sudah bekerja keras pasti akan dimenangkan oleh Allah, Kemenangan itu tidak hanya cukup kita menyatakan bahwa kita beriman dan tidak mendapatkan ujian terlebih dahulu. Jadi harapannya kekalahan kita ini merupakan langkah awal dari kemenangan Dakwah kita selanjutnya.aamiin

Setelah itu taujih dilanjutkan oleh Ustadzah Yoyoh Yusroh dengan dimoderatorin oleh Bu Mimin Mintarsih. Bu Yoyoh memberikan Taujih dengan Tema “Amal Tak Akan Pernah Usai”. Beliau mengawali taujihnya dengan mengisahkan perang Badar yang sangat bersejarah dalam perjuangan kaum muslimin, perang yang banyak memperlihatkan pengorbanan dan kesetiaan para sahabat pada Islam. Perang yang sarat dengan sikap-sikap kepahlawanan kaum muslimin. Sesudah itu Rasulullah SAW melihat ada hal yang amat penting dari peristiwa itu adalah Kaum Muslimin mengalami waktu jeda dalam amaliyah da’wah dan hal ini sangat berpengaruh pada perilaku sahabat yang hanya sekedar menyimpan memori kenangan indah dan dapat membangkitkan sikap –sikap hubbul ghurur wa zhuhur. Sehingga sesudah itu beliau memberikan tugas amaliyah yang beruntun dan terus menerus kepada para sahabat dan kaum muslimin untuk menunaikan dakwah ini. Maka sesudah kejadian itu kaum muslimin melakukan beberapa ekspedisi militer hingga perang uhud.

Ustadzah Yoyoh menyatakan bahwa seharusnya kita mengoptimalkan waktu kita ini untuk kontribusi dalam dakwah dan amal. Banyak qodhoya ummat yang harus kita selesaikan, bahkan di palestina pun merupakan bagian dari Qodhoya ummat yang harus kita selesaikan. Harusnya kita bersyukur karena kalau ibu-ibu majelis ta’lim biasanya materinya yang diberikan hanya sekedar isu domestik saja, tapi tidak dengan dakwah kita, kita sudah banyak membahas isu yang sifatnya internasional misalnya permasalahan di palestina. Beliau menyampaikan bahwa Jimmy Carter mengakui bahwa tidak ada penderitaan yang paling berat yang pernah dialami oleh sebuah Negara kecuali oleh bangsa palestina. Berapa banyak kaum pria dan pemuda yang ditangkapi dan disiksa di penjara Israel, berapa banyak kaum wanita yang ditangkap dan diperkosa oleh tentara biadab Israel, berapa banyak anak-anak dan balita yang diibunuh oleh tentara keji Israel, bahkan ada bayi yang tak berdosa yang baru berumur 10 hari dibunuh dan disobek perutnya oleh tentara biadab dan keji Israel yang sudah tak punya hati. Juga ada seorang bocah SD yang pada saat hendak berangkat sekolah ditembak oleh komandan Israel dengan 33 peluru bahkan sesaat setelah bocah itu tewas, komandan Israel tersebut masih memuntahkan sisa peluru di senapannya itu kepada bocah yang tak punya salah apa-apa itu.
Untuk itulah seorang kader dakwah dituntut untuk bisa terus bisa beramal, dan amal bukanlah sesuatu yang harus dihindari melainkan harus diantisipasi agar dapat mengikuti alur perjalanan waktu dan amal.

Seorang ulama da’wah telah lama mengingatkan murid-muridnya dengan menyatakan “mengalirlah amal-amal ini niscaya ia akan mengalirkan dirimu”.karena itu catatan yang perlu kita tulis adalah jangan sampai mengabaikan kesempatan dan peluang yang telah diberikan kepada kita. Namun bila hal ini terabaikan maka nikmat kesempatan itu menjadi sia-sia. Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa , “ada dua kenikmatan yang sering dilupakan manusia yakni kesempatan dan kesehatan” (HR.Muslim)

Ustadzah yoyoh juga menyampaikan bahwa seorang mukmin sejati seluruh waktunya selalu diukur dengan produktivitas amalnya, karena itu diam tanpa amal menjadi aib bagi orang yang beriman. “Nganggur” dapat menjadi pintu kehancuran, untuk itu Rasulullah SAW selalu menyegerakan para sahabat melanjutkan agenda dakwah lainya sebab bila tidak yang terjadi adalah peluang konflik dan friksi antar sesama atau kita akan disibukkan dengan hal-hal yang sepele. “Pikiran tak dapat dibatasi, lisan tak dapat dibungkam, anggota tubuh tak dapat diam, karena itu jika kamu tidak disibukkan dengan hal-hal besar maka kamu akan disibukkan dengan hal-hal kecil (Abdul Wahab Azzam)

Untuk itu sebagai kader dakwah sebaiknya kita jangan sampai putus dalam beramal dan kita harus selalu mempersiapkan diri kta, salah satu penyiapan yang amat perlu dimiliki adalah sikap tidak pernah lelah dalam beramal. Ustadzah yoyoh bercerita bahwa beliau pernah masih melakukan rapat di DPP hingga malam hari, padahal besoknya beliau harus melahirkan dengan operasi Caesar, bahkan 2 hari setelah melahirkan beliau langsung memberikan taujih di Ciloto karena beliau sudah menjanjikan untuk bisa memberikan taujih disana. Akhirnya dengan membawa bayi yang masih merah dan baru berumur dua hari beliau tetap melakukan aktivitas dakwah. Beliau juga mengatakan bahwa para ummahat yang ada di DPP pun rata-rata memiliki anak yang banyak tetapi mereka tetap semangat dalam beramal dan mereka percaya bahwa Allah lah yang akan membantu mereka dalam mendidik anak-anak mereka menjadi pribadi-pribadi yang shaleh,cerdas dan muntijah dalam berdakwah. Dan itu sudah terbukti berapa banyak anak-anak ummahat di DPP yang berhasil menjadi Hafidz/hafidzah dan berhasil kuliah di PTN terbaik di Indonesia. Hal itu membuktikan bahwa dakwah bukan berarti menjadi kendala kita dalam mendidik anak-anak kita. Jadi beliau mengatakan janganlah akhwat selalu mencari-cari alasan untuk tidak berdakwah atau beramal. Saatnya kita ukir prestasi kita di dunia dengan ukiran Terindah.

Ustadzah Yoyoh juga menyampaikan saat ini kita punya agenda besar yang harus klita selesaikan, yaitu:

Recovery Tarbiyah
Maksudnya adalah mengembalikan iklim tarbawi seperti semua dan menanamkan sikap komitmen pada islam sikap kekokohan maknawi dan militansi nilai-nilai dakwah dengan kembali meng-agendakan program jalasah Ruhiy untuk kader.
Taushi’atul Junud (Ekspansi Rekrutmen)
Banyak yang sangat menantikan kehadiran kader dakwah kita untuk bisa membina diri mereka dan menjadikan mereka bagian dari mesin besar dakwah ini. Saat ini segmentasi rekrutmen kita sudah sangat beragam sehingga para junud dakwah ini harus memperluas wilayah pembinaan

Ta’amuq Dzaty
Memperdalam kualitas dan kemapuan diri kita , karena semakin banyak amanah yang dipercayakan ummat kepada kita, oleh sebab itu kita harus semakin meningkatkan kualitas dan kemampuan diri kita

Qudrah Lish Shadamah
Kemampuan untuk berbenturan, semakin tinggi pohon maka semakin banyak angin yang menggoyang pohon tersebut. Maka semakin tegaknya bangunan dakwah maka semakin banyak pula ujian pada dakwah ini, baik ujian yg menyenangkan atau ujian yang menyusahkan.oleh karena itu kader dakwah perlu membentengi diri sehingga bisa menghadapi benturan apapun yg menghadangnya.

Taqwiyatul sillah billah
Memperkokoh hubungan dengan Allah SWT yang dapat menjadikan diri kita mampu dan kuat dalam beramal dan berdakwah, sehingga kita tidak boleh mengabaikan amal-amal yang dapat menghantarkan diri kita untuk memperkuat hubungan kita dengan Allah. Dan Amaliyah sedapat mungkin menjadi harian kader yang selalu menghias pada jiwa dan raganya.
Demikian taujih yang disampaikan oleh ustadzah Yoyoh kepada para akhwat yang hadir, semoga taujih ini bisa menjadi bekal bagi kita supaya lebih semangat lagi dalam berdakwah.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian Direct Selling Rewards dan Saksi Rewards kepada setiap DPC. Untuk DS Reward diberikan kepada 26 akhwat terbaik di 13 DPC, dan 13 saksi terbaik di 13 DPC. Dan untuk 450 kader akhwat yang datang kami berikan souvenir sebagai ucapan terima kasih atas partisipasinya dalam PILKADA KOTA TANGERANG. Barakillahu kami ucapkan atas kerja-kerja terbaik yang telah diberikan untuk jihad siyasi ini, hanya Allahlah sebaik-baiknya pemberi balasan. Tetap semangat dan yakinlah Allah senantiasa bersama langkah-langkah dakwah kita ini.
wallahualam bii shawab.

[sumber : humas DPD Kotang]
 
Next >