Home arrow Berita arrow Visi Jazuli Perbaiki Pelayanan Transportasi Banten
Visi Jazuli Perbaiki Pelayanan Transportasi Banten Print E-mail
Thursday, 29 September 2011
Perbaiki pelayanan transportasi di Banten

Jakarta: beberapa hari terakhir, selain terorisme dan resuflle kabinet, isu yang ramai menghiasi headline media massa lokal dan nasional adalah isu tentang buruknya pelayanan transportasi di Indonesia. Isu ini merebak karena dalam kurun waktu seminggu, terjadi beragam kecelakaan transportasi laut di berbagai daerah yang merenggut puluhan nyawa.

Dari kecelakaan perahu motor yang menewaskan 11 orang di Nusa Penida, Bali, sampai yang terbaru inseden kebakaran kapal Kirana IX di Surabaya yang korbannya masih simpang siur.

Kecelakan transportasi laut ini tidak luput dari perhatian Jazuli Juwaini, anggota komisi III DPR RI yang dikenal cerdas dan memiliki beragam gagasan brilian. Menurutnya, beragam kecelakaan transportasi laut yang belakangan marak terjadi menandakan bahwa banyak faktor yang harus dibenahi dalam moda transportasi ini. “Melimpahkan kesalahan di balik terjadinya insiden kecelakaan itu, adalah hal yang tidak adil. Sebab, kecelakaan disebabkan oleh banyak faktor,” ungkapnya.

Sebagai salah satu kandidat calon gubernur Banten pada pilgub mendatang, Jazuli ternyata memiliki gagasan besar dalam upaya pembenahan layanan transportasi. Gagasan ini sangat penting untuk dimiliki seorang calon pemimpin, karena Banten merupakan propinsi yang mengelola ketiga jenis moda transportasi dalam skala besar.
Menurutnya, semua jenis moda transportasi harus dikelola dengan baik agar insiden kecelakaan bisa diminimalisir. Tentu saja, proses pengelolaan ini harus melibatkan semua pihak, yang meliputi para pengelola transportasi, para pemegang kebijakan dalam ranah transportasi, dan juga masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi.

“Para pengelola jasa transportasi harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, dengan cara menyediakan alat transportasi yang baik dan memadai. Jangan hanya mengedepankan keuntungan lalu mengabaikan keselamatan penumpang. Proses maintenance semua moda transportasi harus dilakukan secara berkala.” Jazuli kemudian menyoroti banyaknya alat transportasi yang sebenarnya sudah tidak layak operasi, namun masih saja dipergunakan. “Di samping itu, para pengguna jasa transportasi harus mengutamakan keselamatan. Kesadaran akan keselamatan ini masih sangat minim di kalangan masyarakat Indonesia, termasuk juga penduduk Banten.

Sebagai bukti, setiap hari kita selalu disuguhi pemandangan ironis para pengguna sarana transportasi,” untuk kasus ini, Jazuli mencontohkan para penumpang kereta yang menaiki atap kereta, serta penumpang bus yang melebisi kapasitas. “Masyarakat harus diberi pengertian bahwa perilaku seperti itu mengancam keselamatan mereka sendiri. Kalau memang sudah penuh, minta mereka untuk menaiki kereta atau bus berikutnya,” saran Jazuli. “Pemerintah juga demikian,” tambahnya. “Jangan hanya sibuk merancang undang-undang, membuat perda, dan regulasi transportasi saja.

Lihat kenyataan di lapangan. Apa benar carut-marut dunia transportasi ini hanya disebabkan oleh unsur manusia. Apa tidak menutup kemungkinan, hal itu disebabkan oleh minimnya infrastruktur? Saya kira banyak infrastruktur yang harus diperbaiki demi kelancaran sarana transportasi kita.” Untuk hal ini, Jazuli mencontohkan banyaknya ruas jalan yang rusak. “Hal penting yang juga tidak boleh kita lupakan adalah memberantas perilaku menyimpang yang marak dilakukan oknum-oknum yang tak bertanggung jawab.” Ia mencontohkan keluhan para sopir terhadap maraknya premanisme di ranah transportasi. “Banyak para sopir yang mengeluhkan pungutan liar yang dilakukan oleh para preman ketika mereka antre di Pelabuhan Merak. Menurut mereka, para preman tersebut meminta sejumlah uang kepada para sopir jika kendaraannya ingin segera masuk ke dalam kapal,” kata politisi yang juga ulama ini.

Sumber : http://jazuli-zakki.com/berita/211-visi-jazuli-perbaiki-pelayanan-transportasi-banten.html

 
< Prev   Next >