| Tinggi, Perhatian Jazuli Terhadap Dunia Olahraga |
|
|
| Thursday, 29 September 2011 | |
![]() Jakarta: Meskipun wilayah kerjanya di Jakarta, tepatnya di gedung DPR RI, Jazuli Juwaini ternyata sangat aktif mengikuti perkembangan masyarakat Banten. Ia tidak pernah ketinggalan informasi tentang masalah apa pun yang terjadi dan berkembang di tengah-tengah masyarakat propinsi ujung barat pulau jawa tersebut. “Saya menjadi anggota dewan karena kepercayaan masyarakat Banten. Jadi, akan menjadi aneh jika saya tidak mengetahui kondisi konstituen saya,” jelasnya. Statement tersebut tidak perlu diragukan kebenarannya karena Jazuli mampu membuktikannya dengan baik. Sebagai misal, ketika ditanya tentang Pomnas XII yang sudah berakhir beberapa hari lalu di Batam, kepulauan Riau, Jazuli tidak hanya mengetahui kapan even olahraga antarmahasiswa tersebut dilangsungkan, lebih dari itu, ia juga tahu persis berapa medali yang berhasil dibawa pulang oleh kontingen Banten. “Bukankah kompetsisi dua tahunan itu sudah berakhir empat hari yang lalu?” ia balik bertanya. “Kalau tidak salah, pada pelaksanaan Pomnas tahun ini, prestasi kita menurun satu strip dibanding dengan dua tahun sebelumnya. Setahu saya, kontingen kita berhasil membawa pulang 5 medali emas, melalui cabang renang dan catur,” paparnya sambil minta dikoreksi jika perkiraannya salah. Menurutnya, penurunan prestasi ini tidak perlu disesali, dan jangan buru-buru memaknai bahwa para atlet yang berkompetisi di Pomnas tidak berjuang sepenuh hati. “Saya yakin, semua pihak yang terlibat dalam Pomnas sudah berbuat maksimal. Baik itu para pelatih, atlet, ofisial, dan yang lainnya.” Hal ini juga dibenarkan oleh Muchlis Ali. Pelatih sepak takraw tim Pomnas itu menuturkan bahwa penurunan jumlah medali yang berhasil diraih kontingen Banten terjadi karena ketatnya persaingan. Sementara di lain sisi, tidak ada peta kekuatan yang bisa dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui kekuatan lawan. “Prestasi tim sangat bagus. Sayang, kta belum mengetahui kekuatan lawan sehingga prestasi yang dimiliki belum terukur,” terangnya. Hal senada juga disampaikan Uus Suhaedi, Sekretaris Bapomi Banten. Ia mengatakan bahwa salah satu faktor di balik merosotnya jumlah raihan medali adalah karena Banten tidak menurunkan 2 cabang olahraga unngulannya, yaitu cabang olahraga panahan dan taekwondo. Padahal, kedua cabang ini sukses menyumbangkan emas pada pelaksanaan Pomnas XI tahun 2009 silam. “Cabor taekwondo dan panahan tidak ikut serta,” keluhnya. Jazuli Juwaini lantas meminta agar kegagalan mempertahankan prestasi pada Pomnas tahun ini dijadikan sebagai cambuk untuk meningkatkan pembinaan atlet-atlet yang bertalenta di propinsi Banten. “Kita tidak boleh larut dalam kesedihan, dan saling lempar kesalahan. Biarlah yang lalu berlalu. Langkah terbaik yang harus kita lakukan adalah menjadikan penurunan prestasi itu sebagai titik balik untuk lebih memacu dan memicu diri guna meraih prestasi yang lebih baik pada Pomnas berikutnya.” Agar hal itu terwujud, Jazuli meminta agar semua insan yang memiliki interest tinggi terhadap dunia olahraga, bersikap lebih serius dan profesional dalam melakukan pencarian bakat-bakat baru, pembinaan atlet berprestasi, serta penggunaan metode latihan yang tepat dan benar. “Saya yakin sekali kalau di Banten ini masih banyak bakat terpendam yang belum terdeteksi dan tergali. Jika saja para peminat olahraga mau meluangkan waktu lebih banyak untuk melakukan pemantauan bibit-bibit baru, melakukan pembinaan yang baik dengan metode yang tepat, hanya tinggal menunggu waktu, Banten akan menempati posisi tertinggi pada pentas olahraga di kalangan mahasiswa itu.” jelasnya. Sumber : http://jazuli-zakki.com/berita/210-tinggi-perhatian-jazuli-terhadap-dunia-olahraga.html |
| Next > |
|---|




